Jumat, 27 Februari 2009

Konsep Kerja Kamera


Kamera yang biasa kita gunakan untuk mengabadikan suatu obyek memiliki sistem kerja yang menarik, bagaimana sebenarnya sebuah obyek dapat terekam ke dalam film?

Kamera terutama yang analog/manual bekerja dengan konsep seperti yang ditunjukkan gambar. Diafragma, ASA/ISO, dan rana/shutter speed saling berhubungan, seperti sebuah rumus matematika, ketiga hal ini memiliki hitungan agar hasil foto yang didapat sesuai, apakah hasilnya gelap atau terang tergantung dari keahlian Anda mengkombinasikan angka-angkanya.


Diafragma adalah bukaan lensa tempat masuknya cahaya dan aperture adalah lubang penyalur cahaya yang besar kecilnya diatur oleh diafragma. Aturannya adalah semakin kecil diafragma akan semakin besar bukaan aperture maka semakin besar pula cahaya yang masuk.

Urutan untuk angka diafragma adalah
1 – 1,2 – 1,4 – 1,8 – 2 - 2,2 – 2,8 – 3,5 – 4 – 5,6 – 8 – 11 – 16 - dst

Kecepatan rana/shutter speed berhubungan dengan cepat lambatnya bukaan tabir/layar, dimana tabir/layar memiliki fungsi sebagai penghalang agar cahaya tidak mengenai film.

Urutan untuk angka rana adalah
B – 1 – 2 – 4 – 8 – 15 – 30 – 60 – 125 – 250 – 500 – 1000 – 2000 – 4000 – dst

Film sebagai media terbuat dari gabungan plastik gelatin dan halida perak yang peka terhadap sinar. Halida sendiri memiliki fungsi menentukan kualitas gambar. Film mempunyai ukuran kepekaan terhadap sinar yang disebut dengan ASA/ISO. Aturannya adalah semakin tinggi angka ASA, maka semakin peka film, semakin rendah angka ASA semakin kurang kepekaan film, karena itu semakin rendah ASA, semakin banyak cahaya diperlukan.
Namun, kehadiran kamera digital membuat film semakin ditinggalkan, walaupun sebenarnya prinsip digital pun sama seperti Anda menggunakan kamera analog.


Read More..

Format dan Kualitas

Banyak fotografi menganggap jumlah pixel di CCD adalah satu-satunya penentu kualitas gambar. Ukuran CCD lahyang sebenarnya penting. Apa yang yang kita temukan di pasaran sekarang adalah kamera dengan lebih banyak pixel, sedangkan ukuran CCD nya kurang lebih sama

Alasan untuk fenomena ini adalah karena CCD menjadi unsure penting dalam kamera digital. Semakin besar CCD, harga kamera semakin mahal. Oleh karena CCD demikian mahal, banyak perusahaan memadatkan pixel kedalam CCD untuk menekan biaya. Akibatnya, pixel saling tumpangtindih, mengurangi kemampuan setiap pixel dan menghasilkan banyak gangguan. Inilah sebabnya CCD berukuran besar seringkali hanya ditemukan di kamera digital berkemampuan tinggi dan pembuatnya memasukkan ukuran megapixel

FORMAT FILE

Saat menyimpan gambar di kamera digital, kita diminta memilih format file. Berikut ini keterangan format yang tersedia:
1. JPEG, joint Photographic Expert Group, adalahnama kelompok yang mengembang format file ini. Salah satu keuntungan terbesar dari JPEG adalah dapat mengompresi data gambar dengan perbandingan 20:1 atau lebih padat lagi. Hasilnya adalah ukuran file kecil yang sangat memadai untuk web. Kelemahan format populer ini adalah menggunakan lossy compression scheme: format ini membuang data gambar selama proses kompresi. Oleh karena itu, setiap kali anda membuka dan menyimpan kembali sebagai JPEG, beberapa data akan hilang dan kualitas gambar menurun.
2. TIIFF, adalah format yang populer lainnya. Saat disimpan sebagai TIFF, anda dapat memilih untuk tidak mengompresnya supaya kualitasnya terjaga atau kompresi LZW, yaitu lossless compression scheme, untuk meminimalkan kerusakan. Sekalipun demikian, perbedaan kualitas antar gambar JPEG dan TIFF tidak dapat terlihat di monitor LCD kecil. Perbedaan ini baru tampak saat dicetak. Format TIF tanpa kompresi adalah pilihan terbaik saat mencetak gambar, tapi kapasitasnya tidak dapat sekecil JPEG
3. RAW seperti namanya, file format RAW menyimpan gambar kasar, format tanpa proses. Gambar disimpan dalam format ini dalamkamera sebelum disimpan sebagai JPEG atau TIFF.


Sumber : 40 Teknik Fotografi Digital. John Kim. Elex Media Komputindo


Read More..

Foto Perjalanan


Anda akan mempelajari keterampilan praktis dan teknik yang akan membantu memaksimalkan kesempatan pemotretan yang hadir dalam perjalanan Anda.

Daya Tarik Turis
Temukan tempat dimana Anda bisa memperoleh sudut yang menarik dan periksa apakah ada orang atau gedung yang menghalangi pandangan Anda. Pada musim panas atau selama waktu liburan, Anda akan mengalami kesulitan karena harus bersaing dengan sekumpulan turis yang diperlengkapi kamera seperti Anda. Pada musim dingin, lebih mudah mendapatkan yang bersih dengan sedikit atau tanpa turis, sehingga dapat mengembangkan ketajaman foto Anda secara dramatis.

Jangan Ikut-ikutan
Banyak orang terbiasa dengan daya tarik turis terkenal lewat kartu pos dan buku panduan perjalanan tanpa pernah mengunjungi tempat sebenarnya. Ini karena kebanyakan dari kita memotret dari tempat yang biasa kita kunjungi. Sebaiknya, cobalah memotret dari sudut pandang berbeda atau menghubungkan unsur-unsur yang kurang sering diabadikan sehingga foto perjalanan Anda berbeda dari yang lain.

Memasukkan yang Lebih Beragam
Jadikan hal ini sebagai acuan untuk memberagamkan sudut dan komposisi foto. Anda juag perlu berpikir bagaimana caranya memasukkan unsur personal. Jika Anda punya waktu, kunjungi tempat yang sama pada malam hari untuk mengambil suasana yang berbeda. Beberapa pemandangan atau tempat tertentu yang pada siang hari tampak datar atau menjemukan karena polusi udara, akan tampak lebih baik saat pemotretan malam hari jika disinari lampu.

Peristiwa Khusus
Peristiwa khusus biasanya berlangsung di tempat ramai turis. Untuk menghindari dorong-mendorong di kerumunan, datanglah lebih awal dan temukan tempat yang baik. Telusuri tempatnya untuk menemukan tempat yang baik untuk menyaksikan peristiwanya.

Orang, Objek, dan Lokasi
Sekalipun kebanyakan foto yang diambil dalam perjalanan adalah foto pemandangan, Anda perlu mendapatkan campuran foto pemandangan yang baik dan foto diri sendiri dengan teman perjalanan untuk menyimpan pengalaman yang dapat Anda bagi bersama.

Ekspresi Wajah
Berikan perhatian penuh dan tangkaplah serangkaian ekspresi untuk mendokumentasikan suka dan duka perjalanan Anda.

Menyimpan Objek atau Cinderamata
Cobalah potret marka jalan atau objek unik lain di tempat yang Anda kunjungi. Marka jalan dapat membantu Anda mengingat tempat yang telah Anda kunjungi, terutama jika Anda mengikuti tur keliling. Objek menarik akan menjadi perbincangan menarik dengan teman dan keluarga saat pulang nanti.

Memotret dari Dalam Kendaraan
Anda mungkin menemukan pemandangan indah saat berada di dalam kendaraan yang melaju. Naikkan kepekaan (ISO) kamera untuk menghasilkan gambar yang tajam.

Tips! Memotret dari Jendela
Tempatkan kamera dengan sudut tertentu dan sedekat mungkin dengan jendela untuk menghilangkan pantulan
Pilihlah mode Landscape Scene untuk mengatur fokus tidak terbatas. Jika diatur autofokus, kamera Anda mungkin akan menetapkan fokus ke kaca jendela, sehingga objeknya sendiri kabur.

Mengkombinasikan Subjek dan Latar Belakang
Jika Anda berdiri terlalu dekat dengan subjek, Anda akan mengabaikan latar belakang. Namun, jika Anda berdiri terlalu jauh dari subjek, subjek menjadi sulit dibedakan dengan latar belakangnya. Untuk memberikan penonjolan yang sejajar bagi subjek dan latar belakangnya, potretlah pada jarak dan sudut tertentu yang akan memberikan suasana seimbang bagi keduanya.

Sumber : 40 Teknik Fotografi Digital. John Kim. Elex Media Komputindo

Read More..

Memotret Hewan Piaraan


Hewan piaraan biasanya aktif dan bergerak teratur. Memotret hewan piaraan dapat menjadi agak sukar karena mereka tidak mau bergaya untuk kamera dan tidak mau mengikuti instruksi dengan baik. Sekalipun memotret hewan piaraan mudah, hasilnya bisa sangat memuaskan.


Teknik-Teknik Dasar

Memakai Mainan
Pusatkan perhatian binatang piaraan Anda dengan mainan atau makanan kesukaannya. Ini akan menarik perhatian binatang piaraan Anda cukup lama sehingga Anda dapat memotretnya.

Menghindari Lampu Kilat
Jika Anda memakai lampu kilat, kilatan cahaya yang tiba-tiba atau cahaya yang sangat terang akan membuat takut bianatang piaraan atau membuat matanya merah di foto. Untuk mengatasi masalah ini, cobalah sebisa mungkin untuk tidak memakai lampu kilat. Jika terpaksa, pakailah mode Red Eye Reduction yang ada di kebanyakan kamera digital.

ISO dan Kecepatan Rana
Dengan meningkatkan kepekaan kamera (ISO lebih tinggi) atau memperbesar bukaan diafragma, Anda dapat memakai kecepatan rana tinggi untuk menangkap gerakan hewan piaraan Anda. Hasil yang sama akan Akan peroleh dengan mode Sport Scene.

Teknik-Teknik Lebih Canggih

Pemotretan Kontinyu
Anda tidak pernah tahu kapan binatang piaraan Anda akan menampilkan diri atau bergaya seperti keinginan Anda. Supaya Anda tidak kehilangan momen yang berharga, pakailah fitur Continuos Shot untuk memotret berurutan kemudian memilih yang terbaik.

Fokus Terpilih
Perbesar sampai bukaan diafragma maksimum (atau pakai mode Portrait) dan pakai teknik fokus terpilih untuk mengaburkan latar belakang dan menjaga fokus binatang piaraan Anda.

Close-up
Cobalah memotret close-up untuk mengomunikasikan suasana keakraban dan kekeluargaan. Anda tidak perlu memasukkan wajah binatang piaraan Anda atau seluruh badannya di foto. Cobalah memotret close-up dari sudut atau fokus yang berbeda di daerah khusus.

Cobalah!
Anda dapat memotret binatang piaraan dengan banyak cara. Untuk membantu Anda memulainya, ada sedikit saran: Memotret binatang piaraan Anda saat berinteraksi dengan orang lain menunjukkan sifat bersahabat. Memakai lensa sudut lebar untuk memotret tampang lucu binatang piaraan Anda.

Sumber : 40 Teknik Fotografi Digital. John Kim. Elex Media Komputindo



Read More..

Bahasa Fotografi

Bahasa memiliki cakupan yang luas, bukan hanya bahasa yang kita gunakan dalam pergaulan sehari-hari, tapi ada pula bahasa yang digunakan dalam fotografi. Sama halnya dengan bahasa percakapan, bahasa fotografi digunakan untuk menyampaikan pesan tertentu. Fotografi memiliki bahasa yang terbagi ke dalam lima kategori, yaitu Bahasa Penampilan, Bahasa Komposisi, Bahasa Gerak, dan Bahasa Obyek.

Bahasa Penampilan
Bahasa/Ekspresi Muka
Ekspresi wajah obyek yang memperlihatkan kegembiraan, kesedihan, sinis, ataupun terkejut.
Bahasa Isyarat
Gerakan tubuh dari obyek yang memperlihatkan makna tertentu, misalnya saja jari yang membentuk huruf V, berarti victory.
Bahasa Penampilan
Bahasa/Ekspresi MukaEkspresi wajah obyek yang memperlihatkan kegembiraan, kesedihan, sinis, ataupun terkejut.
Bahasa Isyarat
Gerakan tubuh dari obyek yang memperlihatkan makna tertentu, misalnya saja jari yang membentuk huruf V, berarti victory.
Bahasa Penciuman
Tindakan/perbuatan obyek yang memperlihatkan apakah sesuatu yang diciumnya harum/tidak.
Bahasa Pendengaran
Tindakan obyek yang terlihat sedang mendengarkan sesuatu. Misalnya tangan didekatkan ke telinga.
Bahasa Tindakan
Obyek foto memperlihatkan tindakan yang sedang dilakukan oleh obyek, yaitu:
- visible, tindakan obyek terlihat secara kasat mata, misalnya pergi sambil membawa koper.
- Unvisible, tidak terlihat secara kasat mata tapi memberi kesan tersirat.

Bahasa Komposisi
Peletakkan unsur-unsur komposisi yang tepat, sehingga menimbulkan makna tertentu. Bahasa tata letak memvariasikan obyek supaya tidak monoton. Komposisi sendiri terdiri dari:
Bahasa Warna, merah, kuning, hijau
Bahasa Teksture, permukaan halus dan kasar
Bahasa Garis, menampilkan arti tertentu dengan garis
Bahasa Sinar, high key (putih), low key (hitam)
Bahasa Bentuk, kesan kuat atau kokoh

Bahasa Gerak
Foto yang menunjukkan bermacam-macam gerak
Teknik Panning
Memperlihatkan suatu gerakan dari obyek dimana hasil fotonya memiliki obyek yang jelas dengan latar belakang buram. Teknisnya dengan menggerakkan kamera mengikuti obyek bergerak dengan mengunakan shutter speed rendah.
Teknik Blurring
Kebalikan dari teknik panning, obyek yang buram dengan latar yang jelas. Teknisnya dengan memotret dengan shutter speed rendah tanpa menggerakkan kamera.
Multiple Exposure
Memperlihatkan kontinuitas beberapa gerakan dari individu dengan memotret berulang-ulang gerakan pada frame yang sama. Teknisnya dengan memotret suatu adegan dengan berkali-kali jepretan.
Multiple Printing
Intinya sama dengan multiple exposure, tapi prosesnya berbeda. Pengadaan gambar dilakukan saat pencetakan negatif film/gambar digital. Teknisnya mencetak gambar berkali-kali dalam suatu kertas.
Zooming
Memperlihatkan suatu gerakan dimana obyek dan latar belakang keduanya dibuat kurang jelas seperti terpecah-pecah. Teknisnya dengan menggunakan lensa zoom dan merubah jarak fokus pada saat berlangsungnya pemotretan.
Exposure Time
Obyek gambar tidak terlihat secara jelas, yang terlihat hanya cahaya/kilatan cahaya yang membentuk pola tertentu. Teknisnya dengan menggunakan shutter speed rendah/menggunakan bulb dan ditahan beberapa detik.
Freezing
Merupakan pembekuan obyek foto yang tengah bergerak cepat, obyek bergerak seolah-olah “dibekukan.”. Teknisnya dengan memotret obyek yang sedang bergerak dengan shutter speed tinggi disesuaikan dengan kecepatan dari benda yang tengah diabadikan.

Bahasa Obyek
Foto yang memperlihatkan suasana khas dari suatu keadaan, situasi atau tempat tertentu, sehingga dengan melihat foto tersebut kita dapat mengetahui/menangkap pesan yang dimaksud.


Read More..