Banyak fotografi menganggap jumlah pixel di CCD adalah satu-satunya penentu kualitas gambar. Ukuran CCD lahyang sebenarnya penting. Apa yang yang kita temukan di pasaran sekarang adalah kamera dengan lebih banyak pixel, sedangkan ukuran CCD nya kurang lebih sama
Alasan untuk fenomena ini adalah karena CCD menjadi unsure penting dalam kamera digital. Semakin besar CCD, harga kamera semakin mahal. Oleh karena CCD demikian mahal, banyak perusahaan memadatkan pixel kedalam CCD untuk menekan biaya. Akibatnya, pixel saling tumpangtindih, mengurangi kemampuan setiap pixel dan menghasilkan banyak gangguan. Inilah sebabnya CCD berukuran besar seringkali hanya ditemukan di kamera digital berkemampuan tinggi dan pembuatnya memasukkan ukuran megapixel
FORMAT FILE
Saat menyimpan gambar di kamera digital, kita diminta memilih format file. Berikut ini keterangan format yang tersedia:
1. JPEG, joint Photographic Expert Group, adalahnama kelompok yang mengembang format file ini. Salah satu keuntungan terbesar dari JPEG adalah dapat mengompresi data gambar dengan perbandingan 20:1 atau lebih padat lagi. Hasilnya adalah ukuran file kecil yang sangat memadai untuk web. Kelemahan format populer ini adalah menggunakan lossy compression scheme: format ini membuang data gambar selama proses kompresi. Oleh karena itu, setiap kali anda membuka dan menyimpan kembali sebagai JPEG, beberapa data akan hilang dan kualitas gambar menurun.
2. TIIFF, adalah format yang populer lainnya. Saat disimpan sebagai TIFF, anda dapat memilih untuk tidak mengompresnya supaya kualitasnya terjaga atau kompresi LZW, yaitu lossless compression scheme, untuk meminimalkan kerusakan. Sekalipun demikian, perbedaan kualitas antar gambar JPEG dan TIFF tidak dapat terlihat di monitor LCD kecil. Perbedaan ini baru tampak saat dicetak. Format TIF tanpa kompresi adalah pilihan terbaik saat mencetak gambar, tapi kapasitasnya tidak dapat sekecil JPEG
3. RAW seperti namanya, file format RAW menyimpan gambar kasar, format tanpa proses. Gambar disimpan dalam format ini dalamkamera sebelum disimpan sebagai JPEG atau TIFF.
Sumber : 40 Teknik Fotografi Digital. John Kim. Elex Media Komputindo
Jumat, 27 Februari 2009
Langgan:
Poskan Komentar (Atom)
0 komentar:
Poskan Komentar